Teman Baik
Aku bersyukur banget bisa ketemu banyak orang baik disekitarku. Tapi, ada salah satu orang baik yang sangat berkesan buatku.
Kejadian ini waktu aku TK, ada penjual kue cubit di depan sekolahku yang nggak higienis.
Karena itu, ibuku selalu melarang aku beli makanan itu. Aku yang masih TK dan belum ngerti, ya, nurut - nurut aja. Tapi aku kadang merengek juga pas lihat banyak teman - temanku jajan makanan itu. Aku heran kenapa mereka dibolehin sama ibunya sedangkan aku tidak.
Kemudian, hampir setiap hari si teman baik ini berbagi makanan itu denganku, tanpa kuminta. Tentu saja saat itu aku sangat senang! Tapi sekarang aku mikir, kok dia mau ya berbagi denganku? Bahkan suatu hari dia pernah membelikannya khusus untukku.
Lalu ada kejadian lain, dengan orang yang sama.
Di postingan sebelumnya, aku bercerita bahwa aku takut mainan yang muter - muter (ternyata namanya mangkok putar btw). Teman baik ini, dia berusaha mengajakku main mangkok putar biar aku nggak takut lagi. Dia berusaha banget ngajak aku main sampai akhirnya aku mau naik mainan ini.
Beberapa detik kemudian dia sadar kalau aku mulai nggak nyaman. Lalu dia bilang ke temanku yang lain, "Putarnya jangan kencang - kencang! Kasihan Marii. Kalau kalian masih putar kencang", kalian bukan temanku!"
Banyak sekali kenanganku dengan teman baik. Dan sekarang, ketika aku mengingatnya aku selalu tersentuh. Sayangnya aku tidak bisa mengingat nama dan wajahnya dengan jelas. Terimakasih atas kenangannya, teman baik!

Comments
Post a Comment