I Miss School so Bad! 2
SD...
Sekolahku cukup luas, jauh lebih luas dari TK pastinya. Hari pertama sekolah aku duduk di barisan kedua dari depan, di paling kanan dekat jendela. HAHAHA masih ingat banget.
Di kelas 1 aku pernah ikut calistung, tapi hanya sampai tingkat kota. Aku senang karena dapat piala tingkat kecamatan, piala pertama yang bukan lomba mewarnai.
Di SD, aku orang yang cukup pendiam. Sejak kelas 1 sampai kelas 6, teman dekatku cuman 2 orang. Aku juga jarang ngumpul sama teman sekelas yang lain. Alasannya karena saat itu aku merasa nggak nyaman bergaul sama teman - teman yang lain. Aku rasa kami juga nggak se-frekuensi, jadi obrolanku sama mereka sering nggak nyambung.
Ibuku selalu kasih contoh kakak kelas dan sepupu yang rajin - rajin. Aku pun jadi termotivasi. Sejak kelas 4, aku selalu berusaha keras agar bisa masuk SMP yang aku mau. Selain karena motivasi itu, juga karena aku mulai gak tahan di lingkungan teman - teman ini dan pengen cepat - cepat berpisah sama mereka.
Dari kelas 5 aku mulai les matematika dan IPA bareng sepupuku yang seangkatan. Sebelum ke tempat les aku sering jajan roti bakar--selalu rasa keju kacang atau coklat kacang, atau cakue. Cakue paling enak yang pernah kumakan, serius deh!
Jajanan SD mah, nggak bisa disebut satu - satu karena banyak banget! Favoritku selain roti bakar dan cakue, ada juga kue lekker, cireng, kue cubit, dst, dst dst!
Yang paling aku kangenin sih, masa - masa aku semangat dan rajin banget saking pengennya ke SMP yang aku pikir nggak bakal ada temanku yang masuk ke SMP itu. Aku juga kangen masa - masa aku pernah ngehias mading sekolah, latihan calistung di perpustakaan... oiya, aku juga pernah 2 kali tampil storytelling di luar sekolah. Padahal Bahasa Inggris ku jelek banget wkwk. Partner ku yang saat itu masih kelas 2 udah bagus banget dibandingkan aku yang udah kelas 5.
Pelajaran favoritku, Bahasa Indonesia dan IPA (di SD ku nggak ada pelajaran Bahasa Inggris btw). Dan yang paling aku nggak suka tentu saja olahraga! Aku mager dan payah banget soalnya wkwk.
Aku bersyukur banget sekarang udah melewati masa - masa itu. Aku belajar banyak hal dari tantangan yang aku hadapi, dan aku berterimakasih sama Marii yang masih SD. Aku belajar mengatasi masalah sendiri, belajar bergaul, belajar sabar, belajar berani dan belajar menghargai orang lain yang berbeda denganku.
Aku belajar bahwa aku nggak bisa merubah seseorang jadi orang yang kita mau. Daripada memaksa orang lain, mengapa tidak kita sendiri yang menjadi orang itu, bukan?
Dan saat berhasil masuk SMP, alhamdulillah, aku excited dan semangat banget untuk buang jauh - jauh sifat burukku dan berusaha untuk jadi Marii yang baru...

Comments
Post a Comment