Angkutan Umum

Cerita yang sedikit nostalgic.


Pertama kali naik angkutan umum itu aku naik angkot sama ibuku setiap hari waktu aku aku masih TK. Lucu banget deh kalau diingat - ingat...


Tapi kalau pertama naik angkutan umum sendiri itu kelas 5 SD. Suatu hari kebetulan aku dan adikku harus berangkat ke sekolah sendirian. Ibuku memesan ojek online untuk kami, tapi aku dan adikku bersikeras untuk naik angkot. Sejak saat itu, aku beberapa kali naik angkot. Seringnya sih, saat pulang sekolah.

Kalau naik bus pertama kali naik sama uwa-ku, tapi aku lupa kapan. Dan pertama kali berangkat sendirian itu kelas 6 SD. 


Sensasi naik angkutan umum itu, selalu bikin aku kangen. Guncangan kalau angkotnya ngebut, angin dari jendela dan pintu angkot, pokoknya beda deh sensasinya. Apalagi kalau sampai di rumah dengan selamat, rasanya lega banget. Itu sukanya.

Meskipun kadang nunggunya harus 1 jam lebih, macet dijalan, panas, kadang desak - desakan sama orang lain, dan masih banyak lagi. Oiya, satu lagi, setiap lagi nunggu bus, pasti diklakson atau diteriakin sama tukang angkot yang lewat, "neng, angkot neng?!"


Tapi, setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Tak terkecuali kejadian - kejadian saat naik angkutan umum. Tak jarang aku terhibur oleh tingkah para penumpang lain, aku juga jadi berlatih untuk sabar dari kejadian ini. 

Memang naik angkutan umum adalah hal yang sederhana, tapi pelajarannya tentu berharga dan aku bersyukur untuk itu.

Comments

Popular Posts